Menyambut musim hujan mungkin banyak orang merasa bahagia, khususnya para petani sawah yang sangat bergantung dengan musim hujan karena mereka mulai dapat berusaha menggarap lahan-lahan yang dimiliki untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. namun datangnya musim hujan tidaklah semanis yang dibayangkan oleh sebagian kalangan petani, hal ini dikarenakan tingginya curah hujan bukan hanya memberikan sebuah berkah akan tetapi juga dapat memberikan sebuah ancaman yang dapat menimbulkan bencana bagi masyarakat disekitarnya.
Hujan deras yang mengguyur propinsi bengkulu pada jum’at tanggal 18 oktober 2008 kemaren telah menyebabkan hampir lebih dari 8 titik daerah longsor yang berada di sepanjang jalan lintas bengkulu menuju bengkulu selatan khususnya di kabupaten seluma. (sayang ngak bawa kamera bos). kondisi ini mungkin disebabkan karena semakin hilangnya pohon-pohon yang harusnya menjadi penyanggah dan pengikat bagi tanah agar resiko longsor dapat dikurangi.
Disamping ancaman tanah longsor hujan yang terjadi juga telah menyebabkan meluapnya sungai air nipis sehingga menyebabkan bencana banjir di kabupaten bengkulu selatan khususnya di kecamatan seginim. hujan deras yang mengguyur pada hari jumat dikec. seginim telah menyebabkan 7 desa ( desa sukaraja, desa padang siring, desa darat sawah, kelurahan pasar baru, desa dusun baru, desa tanjung agung, desa banding agung), dan 473 kk mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Banjir yang melanda kecamatan seginim telah berdampak pada:
1. Tanah longsor, 2. Banyaknya jalan jan di sentra produksi yang putus, 3. Ratusan rumah penduduk yang terendam, 4. Hilangnya ternak masyarakat, serta ratusan ha kolam masyarakat yang terendam sehingga menyebabkan kerugian bagi para petani ikan.
Namun berdasarkan informasi yang di sampaikan pemerintah kecamatan (Sumarto, Kasi Kamtibnas), banjir yang terjadi lebih disebabkan beberapa faktor diantaranya:
1. sempitnya permukaan Di BDA 2 Desa darat sawah sehingga menyebabkan luapan air da menggenangi rumah penduduk melaui saluran pembuangan.
2. banyaknya stok balok yang sungai kolam air deras yang tidak mentaati peraturan
3. rendahnya jembatan penghubung dikelurahan pasar baru dengan desa sukaraja, dan jembatan penghubung dari desa pajar bulan menuju desa padang siring yang membelah irigasi.
4. belum adanya tanggul pengaman di sungai air gatal.
5.sempitnya pintu pembuangan air didesa tanjung agung khususnya BDA 5 dan BDA 6
6. siring pasang
Namun disamping itu, berdasarkan informasi lain yang diperoleh dari seorang masyarakat zukarnain desa sukaraja yang rumahnya mengalami kerusakan akibat arus dari banjir, banjir sering terjadi namun dalam lima tahun terakhir ini yang terbesar, menurutnya jika didaerah hulu langit terlihat hitam maka dapat dipastikan daerah yang berada disekitar sungai air nipis akan mengalami banjir, hal ininilah yang menjebabkan masyarakat jika telah melihat hal ini segera kembali kekampung mereka, sehingga walaupun telah terjadi beberapa kali banjir namun bencana ini belum ada korban jiwa.
Namun terkait dengan kondisi ini, disatu sisi disisi lain ketika pembukaan lahan oleh masyarakat di dalam kawasan khususnya hutan lindung raja mandara yang menjadi hulu dari sungai air nipis buakanlah menjadi salah satu faktor penyebab kejadian ini. sehingga kersadaran akan pentingnya pelestarian hutan khususnya dikawasan hulu sungai belumlah tertanam di kalangan masyarakat. sehingga menjadi penting untuk memunculkan pentingnya upaya pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat dalam upaya menekan bencana ekologis dimana manusia memiliki peran yang sangat Urgent didalamnya. (sumber masyarakat)

