Hampir seluruh Rumah warga dan ratusan hektar sawah di wilayah Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, tergenang banjir sedalam 1 meter akibat guyuran hujan yang terjadi sejak dalam minggu ini November 2008. Dari pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga dan sawah masih terendam sekalipun air luapan dari Sungai Bangkahulu kini sudah mulai surut.
Wilayah Tanjung Jaya merupakan daerah langganan banjir saat musim hujan karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Bengkulu, warga saat ini masih membiarkan barang-barang yang dikemasi saat air mulai masuk rumah. Mereka khawatir hujan masih akan turun, karena sejak beberapa hari hampir setiap hari wilayah Bengkulu diguyur hujan.
Penyebab bencana banjir yang menimpa di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu, antara lain disebabkan karena gundulnya hutan dibagian hulu terutama daerah tangkapan air Sub DAS rindu hati yang merupakan bagian paling hulu air Bengkulu, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pemetaan partisipatif Daerah Rindu Hati sudah 80% sudah beralih fungsi menjadi areal pekebunan termasuk hutan lindungnya,
“Dari keterangan kepala Desa Rindu Hati masyarakat yang berkebun di areal hutan lindung ini adalah mayoritas pendatang”. Untuk menyikapi masalah ini aparat desa akan mencoba melakukan pendekatan terhadap masyarakat perambah ini agar bisa areal yang sudah terlanjur dibuka untuk di tatanami kembali tanaman keras seperti durian, karet atau sejenisnya dimana fungsi ekologisnya sama seperti Hutan.
Dari pantauan dilapangan Penggundulan hutan juga terjadi didaerah perusahaan pertambangan batu bara PT Danau Mas Hitam, PT Bukit Sunur dan IBP untuk membuka areal pertambangannya.
Banjir di Kota Bengkulu yang menimpa beberapa kawasan, Kecamatan Teluk Segara dan Muara Bangkahulu itu juga sebagai akibat buruknya tata ruang kota, misalnya saja kawasan Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu yang juga merupakan daerah yang setiap tahun mengalami bencana banjir. Karena memang kawasan itu pada prinsipnya tidak tepat untuk dijadikan kawasan pemukiman penduduk, karena merupakan kawasan rawa gambut dan dataran rendah
Hingga kini Pemerintah Provinsi belum tampak berupaya untuk memikirkan masalah tersebut, dengan kata lain bencana banjir di daerah ini akan terus terjadi bila tidak dilakukan langkah-langkah konkret

