Desa Air Sulau merupakan salah satu desa yang pada saat ini mengembangkan hutan rakyat dengan didampingi oleh konsorsium ulayat untuk menciptakan ruang yang konservatif dan berkelanjutan. Air sulau merupakan desa yang terletak di kabupaten bengkulu selatan kecamatan kedurang ilir ini, didominasi oleh penduduk tranmigrasi dari tahun 80an. Mereka berasal dari pulau jawa pada umumnya Baik dari jawa barat, jawa tengah, dan jawa timur.

Masyarakat desa air sulau merupakan masyarakat tergolong dalam middle income dimana masyarakat yang mengenal teknologi, pendidikan, dan berpradaban. Masyarakat yang seperti ini sangat mudah menerima dari setiap program-program yang sifatnya membangun dan pro-pengembangan sumberdaya baik itu manusia ataupun lingkungannya.

Lahirnya sebuah gagasan untuk membangun hutan rakyat, tidak terlepas dari respon masyarakat dimana pada awalnya diinisiasi oleh Konsorsium Ulayat melalui diskusi-diskusi bersama.

Pada tahun 2013, desa air sulau membentuk kelompok Hutan rakyat yang diberi nama Bumi Sulau Lestari. Kelompok ini berjumlah 115 orang. Memiliki lahan yang luasnya bervariasi dari tiap individunya untuk dijadikan kawasan hutan rakyat. Luas lahan yang dijadikan kawasan hutan rakyat adalah 421,5 Ha.

Beberapa tahun ini, cukup banyak yang telah dilakukan kelompok Hutan Rakyat terhadap rencana membangun hutan rakyat. Diantaranya adalah melakukan pemetaan manual untuk menghitung jumlah luasa yang dimiliki oleh kelompok secara partisipatif, membentuk koperasi hutan rakyat meski itu masih dalam tahap pengajuan badan hukumnya dan melakukan pertemuan bulanan untuk membahas tentang progres dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Termasuk juga usaha yang tak kalah pentingya adalah membuat tempat pusat pembibitan secara mandiri.

Pusat pembibitan ini merupakan tempat persemaian benih-benih tanaman baik itu tanaman kayu atau palawija, dimana benih ini akan dijadikan bibit yang diperuntukan untuk  kawasan hutan rakyat. Pusat pembibitan yang dibuat oleh kelompok hutan rakyat ini, sangatlah penting sebagai penyuplai bibit dan kemandirian dalam mengadakan bibit-bibit. Pusat pembibitan ini berada di lokasi lahan desa yang luasnya berkisar  yang mana dilimpahkan kepada kelompok hutan rakyat untuk mengelolanya.

Pada saat ini jika bergantung pada pengadaan bibit dari membeli, harganya cukup mahal. Untuk mengisi lahan seluas 421,5 Ha membutuhkan bibit cukup banyak untuk ditanam di kawasan hutan rakyat terse but, Ditambah lagi dengan kebutuhan diluar dari lahan hutan rakyat itu sendri. #Toy

Leave a Reply

Your email address will not be published.