Sejak tahun 2000 Ulayat sangat aktif melakukan kampanye terhadap pengrusakan sumber daya alam. Antara lain kampanye anti pembalakan liar di Bengkulu (PT. Semaku Jaya Sakti yang melakukan penebangan di dalam TNBBS dan saat ini sudah ditutup), Lampung, Sumatera Selatan (PT. Xylo Indah Pratama di Kabupaten Musi Rawas yang mengambil kayu di TNKS, sertifikasi dari FSC kemudian dicabut) dan Jambi.
Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan tersebut sangat sedikit yang terpublikasi terutama di daerah, hal ini disebabkan oleh sangat terbatasnya media informasi yang ada di Provinsi Bengkulu. Akitvitas yang dilakukan untuk menolak pengrusakan SDA yang telah dilakukan tidak menjadi pembelajaran bagi semua pihak, sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap praktik pengelolaan sumber daya alam.
Permasalahan lingkungan dan berita permasalahan masyarakat sipil pun belum menjadi perhatian serius pemerintah dan stakeholder di Bengkulu. Bahkan media massa lokal kurang menempatkan permasalahan ini karena alasan tidak layak jual. Sehingga Ulayat merasa perlu untuk menguasai media informasi lokal yang berpihak pada kepentingan rakyat dan lingkungan.
Ulayat Bengkulu telah mendirikan dan mengelola stasiun Bengkulu Televisi (BTV) yang menjadi corong bagi berita-berita lingkungan dan persoalan mendasar yang ada di masyarakat. BTV dikelola oleh sebuah divisi khusus dengan badan usaha berbentuk PT dan menjadi bagian dari Ulayat Bengkulu.
Sejak bulan Oktober 2005, hingga sekarang ini BTV telah mengudara hingga 15 jam setiap harinya. Selain membuat berita lokal dan program lokal lainnya, setiap harinya BTV juga menayangkan film-film dokumenter kampanye lingkungan yang diproduksi sendiri, atau film-film kiriman, produksi jaringan kerja NGO lingkungan yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

