Berbagai organisasi masyarakat sipil dan komunitas peduli lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Peduli Pantai Bengkulu, akan mengadakan Aksi Gunung Sampah di seputaran pantai Bengkulu pada Minggu (8/6). Titik aksi dipusatkan di Pantai Jakat, pantai yang ramai pengunjung ini menjadi titik pengumpulan gunung sampah. Aksi Gunung Sampah merupakan aksi kepedulian masyarakat sipil dalam menjaga kualitas lingkungan pantai. Aksi peduli ini juga sebagai bentuk protes masyarakat sipil terhadap kinerja pengelolaan sampah di Bengkulu, khususnya diarea pantai dan pesisir.

Forum menilai aksi yang dilakukan tersebut nantinya diharapkan dapat mendorong masyarakat, dan pelaku bisnis untuk dapat lebih mengontrol sampah yang mereka hasilkan dan lebih peduli kepada lingkungan. Aksi ini juga mengharapkan dapat menggugah pemerintah untuk dapat kembali pada tugas dan fungsi utamanya dalam hal urusan sampah di Kota Bengkulu.

Kegiatan ini diawali dengan Sarasehan “Selamatkan pantai dari sampah untuk cucu kita”, yang diadakan pada Kamis (5/6) di Bencoolen Mall. Dalam sarasehan, yang dihadiri para pelaku bisnis, masyarakat sipil, akademisi, serta mahasiswa, forum menegaskan bahwa pentingnya konsep pengelolaan sampah terpadu dan konsep social development kawasan pantai. Sinergis ini diharapkan dapat mengentaskan masalah pengelolaan sampah yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan.

Abrasi pantai yang disebabkan oleh hilangnya kawasan mangrove dan penghalang ombak menjadi masalah yang saat ini belum dapat diselesaikan. Kawasan pertambangan di kawasan tengah, maupun pertambangan pasir besi di kawasan pantai menjadi masalah kompleks lintas kabupaten yang saat ini belum menemukan titik cerah. Ditambah dengan kebijakan daerah yang jauh dari pertimbangan penyelamatan lingkungan menjadi masalah nyata masyarakat yang hidup di kota pantai, khusunya Kota Bengkulu.

Kenyataannya, masyarakat sangat mengandalkan pengelolaan sampah oleh pemerintah. Sementara kenyataannya pemerintah daerah belum bisa diandalkan. Tidak adanya kebijakan lokal pengelolaan sampah terpadu, membuat pantai menjadi muara akhir pembuangan sampah. Pada akhirnya, kawasan pantai digunakan oleh berbagai kepentingan dan kegiatan, seperti hasil/produk pengunjung, limbah aktivitas bisnis dan berbagai kepentingan lainnya yang merugikan lingkungan.

Melihat kritisnya masalah sampah di pantai ini, Forum Peduli Pantai Bengkulu mendesak pemerintah untuk segera:

  1. Menyiapkan fasilitas tempat-tempat sampah yang layak dan menjalankan system pelayanan kebersihan (pemungutan sampah setiap hari) di sepanjang Pantai Bengkulu secara efektif dan berkesinambungan
  2. Menyiapkan grand design dan melaksanakan pengelolaan sampah terpadu berbasiskan penyelamatan lingkungan
  3. Selalu bersinergi dengan masyarakat/komunitas/LSM dalam hal perencanaan dan pelaksananan pengelolaan kawasan pantai
  4. Mengembalikan fungsi sosial kawasan pantai pada konsep budaya pesisir
  5. Menghentikan dan mengganti kebijakan kawasan pantai yang tidak memihak lingkungan

Catatan untuk editor:

Forum Peduli Pantai Bengkulu merupakan gabungan NGO dan komunitas-komunitas peduli lingkungan di Bengkulu

Anggota Forum: 1) Walhi Bengkulu; 2) Sahabat Walhi; 3) ULAYAT ; 4) Bengkulu Heritage Society (BHS); 5) Telapak Bengkulu; 6) Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL); 7) ANOMI Poltekkes Provinsi Bengkulu; 8) KIPAS; 9) GENESIS; 10) Bengkulu Rafflesia Surfing Association (BERASO); 11) Tapak Paderi Surf Community; 12) Magic Wave Surf Community Magazine Bengkulu.

Contak Person :

  1. Oka (Ketua) : 08117306017
  2. Krishna (Sekretaris) : 081919399000
  3. Asnody (Humas) : 085758157708

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.