Bengkulu, sebuah propinsi kecil di tepi barat Sumatera, merupakan wilayah penting bagi konservasi sumberdaya alam pulau ini. Deretan bukit barisan yang membentang di Propinsi Bengkulu merupakan koridor yang menghubungkan dua taman nasional besar yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa melindungi hutan-hutan di Bengkulu berarti membangun jembatan ekosistem untuk menyelamatkan Sumatera.

Program TFCA Sumatera yang dilaksanakan Konsorsium Yayasan Ulayat dan YKS sudah berjalan selama satu tahun. Pada tahun pertama ini konsorsium Ulayat membangun pondasi untuk mengembangkan gagasan besar yaitu Konservasi Ekosistem Koridor TNBBS-TNKS. Pondasi ini dibangun di tujuh lokasi yang melalui praktek-praktek konservasi berbasiskan masyarakat lokal. Berbagai aktivitas di tujuh lokasi dikembangkan dengan penguatan ekonomi konservasi.

Warta Rimba Bengkulu (WARU) berisi informasi mengenai kondisi hutan di Bengkulu, konsep Bengkulu sebagai koridor ekosistem, serta berbagai insiatifkonservasi hutan berbasis masyarakat yang dikembangkan di Propinsi Bengkulu. WARU akan memberitakan sekelumit kecil cerita dari koridor ekosistem yang terus menjaga Sumatera. Semoga edisi perdana ini bisa memberi inspirasi bagi masa depan pengelolaan hutan yang lebih adil dan berkelanjutan.

tumb-edisi-1

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.