Kabupaten Kaur merupakan salah satu Kabupaten yang terletak paling selatan propinsi Bengkulu. Luas wilayah Kabupaten Kaur mencapai 236.380 ha2, dengan luas kawasan hutan mencapai 143.568, 27 ha atau lebih kurang 60,74% dari luas wilayahnya Kabupaten Kaur. Kabupaten Kaur di kelilingi oleh Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memilki luas total 356.800 ha, sebesar 66.000 ha ada di propinsi Bengkulu. Dipropinsi Bengkulu kawasan TNBBS terdapat di kabupaten Kaur yang menyebar di lima kecamatan yaitu,Kecamatan Nasal, Maje, Kaur Selatan, Muara Sahung dan Kaur Tengah. Dari 64 desa yang terdapat dalam 5 kecamatan tersebut ada 13 desa yang berbatasan langsung dengan TNBBS ini.

Pada Tahun 2005 Yayasan Ulayat Bengkulu melakukan pendampingan di desa-desa di kawasan penyangga TNBBS Kabupaten Kaur dalam program Inisiatif Pengelolaan Terpadu Kawasan Penyangga TNBBS Kaur. Terdapat 14 desa site prioritas Ulayat yang telah difasilitasi penyusunan perencanaan pembangunan dan tata ruang desa partisifatif yang memuat berbagai aspek sosial, ekonomi dan budaya. Program pengelolaan terpadu ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di kawasan penyangga TNBBS yang dikelola secara terpadu dan berkelanjutan. Tujuan dari rangkaian kegiatan adalah untuk membangun perencanaan pembangunan dan tata ruang desa di Empat belas desa kawasan penyangga TNBBS Bengkulu yang selanjutnya akan menjadi Desa Konservasi. Kegiatan dimulai dengan pengkajian dan perencanaan partisipatif sebagai landasan bersama dalam pengelolaan kawasan.

Kegiatan yang telah di lakukan Ulayat dalam inisiatif pengelolaan terpadu lanskape Bukit Barisan Selatan Kabupaten Kaur antara lain :

1.       Memfasilitasi perencanaan pembangunan dan tata ruang desa di empat belas desa kawasan penyangga TNBBS

2.       Memfasilitasi kegiatan advokasi dan koordinasi kelompok-kelompok masyarakat ke para pihak pemangku kepentingan, terutama ke dinas/instansi terkait

3.       Penyadartahuan mengenai [entingnya konservasi TNBBS melalui pembuatan lembar fakta dan informasi

4.       Memfasilitasi program tindak lanjut perencanaan desa untuk implementasi di lapangan.

Hasil yang telah di capai dalam inisiatif pengelolaan terpadu lanskape Bukit Barisan Selatan kabupaten Kaur yaitu :

1.       Rencana pembangunan dan visi konservasi dalam rencana pembangunan desa. Melalui proses pendampingan masyarakat, visi konservasi telah tercermin dalam visi dan rencana pembangunan desa.

2.       Teridentifikasinya potensi dan permasalahan Sumber Daya Alam di Desa

3.       Teridentifikasinya kelompok-kelompok kelembagaan masyarakat dan peran yang dapat di lakukan oleh masing-masing kelompok lembaga dalam pembangunan perdesaan

4.       Terjalinnya koordinasi pembangunan perdesaan dari berbagai satuan kerja pembangunan.

Dari kajian bersama masyarakat yang dilakukan di 14 desa di Kabupaten Kaur, disadari bahwa terdapat banyak potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal.   Pengelolaan terpadu kawasan penyangga antara lain pembibitan tanaman kebun (karet, pinang, petai, kakao, durian, duku), pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hydro, kolam ikan air tawar dengan memanfaatkan air saluran sawah, pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik, dll. Sampai saat ini masyarakat dengan didampingi oleh Ulayat, melakukan implementasi program yang mengacu pada perencanaan desa yang di buat bersama masyarakat .

Kegiatan ini juga  kampanyekan di media TV Lokal Bengkulu berupa laporan khusus dengan tema membangun dari desa dan pengelolaan terpadu kawasan penyangga TNBBS, iklan layanan masyarakat mengenai konservasi TNBBS, dan menghasilkan film dokumenter mengenai konservasi TNBBS Bengkulu. Hingga saat ini masih sering di putar oleh TV lokal di Bengkulu (Bengkulu TV) dalam acara konservasi Bengkulu.