Hutan Rakyat
Seiring dengan meluasnya ekspansi perkebunan skala besar dan eksploitasi hasil bumi di segala bidang, telah berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan dan lunturnya kearifan tradisional masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk masyarakat yang berada di desa-desa di propinsi Bengkulu. Kontrol lokal semakin lemah dalam menjaga hutan yang sesungguhnya merupakan penjaga sistem penyangga kehidupan. Kawasan hutan negara (hutan produksi dan hutan produksi terbatas) telah rusak akibat eksploitasi hutan masa lalu. Sementara itu ruang di desa yang sebelumnya dipertahankan sebagai hutan lindung adat telah dirusak untuk diambil kayunya. Budaya agroforest berupa kebun campuran pun telah tergantikan oleh sistem pertanian monokultur. Ruang/lahan yang ada di desa-desa kini didominasi oleh belukar (lahan non produktif). Sementara banyak masyarakat yang memilih bercocok tanam ke dalam hutan lindung dan taman nasional, yang akibatnya semakin mengancam kelestarian lingkungan.
Degradasi lingkungan yang diakibatkan pun kemudian menjadi masalah berat bagi petani di propinsi ini. Debit air sungai tidak stabil sehingga banyak sungai dan sawah yang kekeringan dimusim kemarau. Populasi hama meningkat sehingga menimbulkan masalah bagi petani.
Varietas lokal dan sistem pertanian “tradisional” mulai ditinggalkan dan berganti dengan varietas transgenik, menyebabkan petani terjebak oleh penggunaan produk-produk pabrikan berupa pupuk pestisida, herbisida, insectisida dan produk-produk kimia lainnya. Petani menjadi sibuk namun penghasilan dari budidaya pertanian tidaklah maksimal. Tradisi lokal yang mencerminkan kegotongroyongan sebagai ciri khas masyarakat pedesaan pun mulai ditinggalkan, masyarakat menjadi cenderung individual dan pragmatis.
Ulayat sebagai salah satu komponen rakyat, organisasi yang bergerak di bidak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melihat ini sebagai sebagai satu persoalan yang harus disikapi pemerintah dan para pihak. Salah satu misi Ulayat di bidang lingkungan hidup dan sebagai upaya ingin memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem, Ulayat membangun Gerakan penghijauan di beberapa kabupaten dan wilayah yang kami anggap kritis dan perlu segera dilakukan penanaman pohon. Kerja ini dimulai dengan membangun pembibitan (reboisasi), yang kemudian di distribusikan ke wilayah-wilayah yang dianggap perlu segera di rehabilitasi.
Tujuan paling utama adalah melakukan penanaman untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan proses pembelajaran dalam menjaga lingkungan hidup, karena kami juga bagian dari perusakan lingkungan dengan melakukan berbagai aktivitas dalam kegiatan sehari-hari. Untuk saat ini, Yayasan Ulayat membuat pembibitan sendiri yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bibit penghijauan maupun tanaman buah.
Bibit yang telah didistribusikan :
|
No |
Jenis bibit |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
|
2000 |
Ditanam di pantai Penago bersama masyarakat Penago dan Rawa indah Kabupaten Seluma |
|
2 |
|
200 |
Dibagikan kepada masyarakat di Kaur saat berkunjung ke Kabupaten Kaur bersama Brigader Palang Hijau |
|
3 |
Cemara Laut |
50 |
Di tanam di sekitar muara sungai Air Bengkulu. Penanaman melibatkan BPDAS Ketahun, Palasostik dan pihak Kehutanan. |
|
4 |
Cemara |
500 |
Ditanam di pantai Berkas bersama teman-teman dari mapala |
|
5 |
|
100 100 50 |
Pembagian bibit dalam rangkaian Hut Walhi |
|
6 |
|
200 |
Untuk pembibitan di Mapetala Unib |
|
7 |
|
2000 |
Ditanam dan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat untuk ditanam disekitar kebun masyarakat di desa Rindu Hati Kab Bengkulu Tengah. |
|
8 |
|
250 |
Ditanam di kawasan Bukit Daun |
Tanaman Keras
|
No |
Jenis bibit |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Pulai |
150 |
Bibit dari BPDAS Ketahun |
|
2 |
Bambang Lanang |
200 |
Bibit dari BPDAS Ketahun |
|
3 |
Flamboyan |
100 |
Bibit dari BPDAS Ketahun |
|
4 |
Afrika |
1000 |
Dalam proses pembenihan |
|
5 |
Merambung |
2000 |
Dalam proses pembenihan |
Tanaman Buah
|
No |
Jenis bibit |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Mangga |
40 |
Hasil stekan |
|
2 |
Kelengkeng |
300 |
Dalam proses pembenihan |
|
3 |
Matoa |
500 |
Dalam proses pembenihan |
|
4 |
Rambutan |


