a. Melakukan Penguatan Kapasitas Ulayat.
Sebagai organisasi advokasi lingkungan yang belum lama didirikan, Ulayat merasakan masih belum banyak melakukan perubahan yang signifikan bagi kepentingan masyarakat dan sumber daya alam, lokal maupun nasional. Kendala yang paling sering muncul adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan personal ulayat dalam bidang pekerjaannya masing-masing. Sehingga Ulayat, baik secara kelembagaan maupun personalnya, perlu meningkatkan kemampuannya, untuk dapat menghadapi semua tantangan yang mengancam sumber daya alam dan masyarakat lokal.

b. Mendorong Lahirnya Kebijakan-kebijakan PSDA yang Berpihak pada Masyarakat dan Lingkungan.
Dalam misi ini, Ulayat melakukan lobby-lobby dengan pendekatan taktis dan strategis kepada pihak-pihak yang berwenang, termasuk melakukan aktivitas kampanye untuk mengurangi deforestasi dan degradasi hutan yang dilakukan mulai dari tingkat lokal, regional sumatera sampai tingkat nasional.

c. Memperkuat Kelembagaan Masyarakat Dampingan agar memiliki Posisi Tawar dan Melakukan Kontrol atas Kebijakan PSDA dan Keaneka Ragaman Hayati.
Dalam mencapai misi ini, Ulayat melakukan kegiatan-kegiatan pengorganisasian bagi masyarakat di dalam dan di sekitar hutan yang kondisinya kritis dan penuh dengan konflik. Pendampingan ini dilakukan secara live-in dan berkesinambungan. Dalam dua tahun terakhir ini ulayat juga melakukan upaya pengorganisasian dan perencanaan pembangunan tataruang desa secara partisipatif, yang dilakukan untuk memperkuat posisi masyarakat dalam PSDA yang dilakukan di beberapa tempat (kabupaten) di propinsi Bengkulu.

d. Membangun Aliansi Strategis untuk Mendukung Masyarakat Dampingan.
Upaya memperkuat masyarakat dampingan dan gerakan yang dibangun, untuk tercapainya pengelolaan sumberdaya alam dan hutan yang lestari, berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat, Ulayat membangun aliansi strategis dengan beberapa lembaga ditingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Hal ini menjadi penting karena menyangkut dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang cenderung hanya berpihak pada kepentingan investasi.

e. Menumbuhkembangkan Model-model Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berbasis pada Kearifan Lokal.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dampingannya, Ulayat mencoba membangun beberapa model PSDA yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan-kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat (pranata dan adat) yang secara turun temurun sudah ada. Hal ini dinilai sangat penting dilakukan sebagai pembanding bagi pihak lain, terutama bagi pemegang dan penentu kebijakan/kekuasaan untuk melihat dan menilai kembali kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan dengan model pembangunan SDA (hutan) yang lebih menjamin fungsi serta keberlanjutannya yang dapat serta telah dilakukan oleh masyarakat.