<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ULAYAT BENGKULU</title>
	<atom:link href="http://www.ulayat.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ulayat.or.id</link>
	<description>Community Development Ecological Advocation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 05:42:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Minggu, 2009 April 26 Penghijauan 2000 Pohon di Sempadan sungai Rindu Hati</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/minggu-2009-april-26-penghijauan-2000-pohon-di-sempadan-sungai-rindu-hati/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/minggu-2009-april-26-penghijauan-2000-pohon-di-sempadan-sungai-rindu-hati/.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 09:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulayat News]]></category>
		<category><![CDATA[DAS Air Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Logging]]></category>
		<category><![CDATA[Kaur]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman Pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Masih dalam rangka peringatan Hari Bumi 2009, Ulayat bersama Forum Masyarakat Peduli DAS Air Bengkulu kembali melakukan aksi peduli bumi. Bukan dengan aksi turun ke jalan, melainkan aksi nyata bersama-sama menanam pohon di sempadan sungai. Sempadan sungai adalah areal di tepi kanan dan kiri sungai yang berpengaruh langsung terhadap kelestarian badan sungai. Bagus atau tidaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2009/04/minggu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-131" title="minggu" src="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2009/04/minggu.jpg" alt="minggu" width="320" height="240" /></a>Masih dalam rangka peringatan Hari Bumi 2009, Ulayat bersama Forum Masyarakat Peduli DAS Air Bengkulu kembali melakukan aksi peduli bumi. Bukan dengan aksi turun ke jalan, melainkan aksi nyata bersama-sama menanam pohon di sempadan sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sempadan sungai adalah areal di tepi kanan dan kiri sungai yang berpengaruh langsung terhadap kelestarian badan sungai. Bagus atau tidaknya sempadan sungai sangat berpengaruh terhadap kondisi hidrologi dan fisik sungai. Jadi perlindungan dan pelestarian sempadan sungai sangat diperlukan untuk menjamin kondisi sungai yang baik, terutama untuk mengurangi erosi partikel tanah ke dalam air sungai dan mencegah terjadinya erosi tebing sungai (stream bank erosion).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan penghijauan ini dilakukan di Desa Rinduhati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah pada tanggal 25 April 2009. Bibit yang ditanam berjumlah 2.000 batang yang terdiri dari bibit Kayu Bawang, Mahoni, dan Sukun. Bibit tersebut diperoleh dari BPDAS Ketahun Propinsi Bengkulu. Peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mencapai kurang lebih 100 orang yang berasal dari Desa Rinduhati dan sekitarnya, anggota ForumMasyarakat Peduli DAS Air Bengkulu, Yayasan Ulayat, WALHI Bengkulu, serta Himpunan Mahasiswa Kehutnanan dan Mahasiswa Pencinta ALam Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Terlihat semua peserta baik orang tua maupun anak-anak muda sangat bersemangat. Baik para petani setempat yang berkebun di wilayah hulu DAS, maupun para pemanfaat air di hilir seperti perwakilan kelompok nelayan di muara, kelompok petani pemakai air di bagian hilir di Kota Bengkulu, hingga wakil masyarakat kelurahan di Kota Bengkulu yang selalu terkena banjir akibat rusaknya kondisi DAS Air Bengkulu. Semua bahu-membahu menanam harapan untuk kelestarian sungai yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat.<span id="more-106"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="fullpost">Kegiatan dimulai pada pukul 08.00, semua peserta terlebih dulu berkumpul di lapangan bola yang berada tidak jauh dari bantaran sungai. Dalam kesempatan itu Drs. Rusdan Tafsili, Ketua Forum Masyarakat Peduli DAS Air Bengkulu mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan spontanitas dari forum bersama Ulayat, untuk menyebarluaskan kepedulian terhadap kondisi DAS Air Bengkulu yang sudah kritis ini. “Kondisi lingkungan di bagian hulu akan member dampak langsung bagi kehidupan masyatrakat di bagian hilir. Maka sudah seharusnya masyarakat di hilir ikut peduli, dan memberikan kontribusi untuk pelestarian daerah hulu”, terang Rusdan, yang berasal dari Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ikut serta juga Camat Taba Penanjung, yang sangat menyambut baik aksi nyata kepedulian masyarakat terhadap hulu sungai di kabupaten yang baru terbentuk ini. Pak camat juga menyatakan sangat bangga atas terlaksanya kegiatan spontanitas seperti ini, dimana organisasi-organisasi social dan pemuda bersama masyarakat dari hulu sampai hilir DAS Air Bengkulu bisa berkumpul untuk bergotong royong menghijaukan desa di hulu sungai ini. Sutan Muklis, Kepala Desa Rinduhati menyatakan kegembiraannya atas kepedulian masyarakat terutama yang berada di hilir Sungai Bengkulu. Menurutnya, kegiatan seperti ini selain bermanfaat langsung terhadap kelestarian sungai, juga dapat member motivasi kepada masyarakat yang berada di hulu. Sutan Muklis juga menjelaskan bahwa Desa Rinduhati ini adalah desa yang berada di bagian paling hulu di DAS Air Bengkulu ini. Desa ini berbatasan dengan kawasan hutan lindung, dan masyarakatnya sebagian besar adalah petani.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan tanam pohon ini berlangsung hingga pukul 10.30 dan dilanjutkan dengan diskusi santai dan makan siang di kediaman Kepala Desa. Ada persitiwa yang membahagiakan dan bersejarah pada kesempatan tersebut. Pada sekitar pukul 09.00, pada saat kegiatan penanaman sedang berlangsung, Pak Kades Sutan Muklis mendapatkan anugerah kelahiran puteri kedua nya. Selamat berbahagia untuk Pak Muklis dan keluarga, semoga puteri yang baru saja lahir menjadi anak yang solehah dan memiliki kecintaan terhadap lingkungan. Dan Selamat Hari Bumi!</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini juga di Publikasikan Oleh : http://www.kapanlagi.com/h/0000286191_print.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/minggu-2009-april-26-penghijauan-2000-pohon-di-sempadan-sungai-rindu-hati/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencurian Bunga Rafflesia</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/pencurian-bunga-rafflesia/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/pencurian-bunga-rafflesia/.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 03:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Rafflesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Pencurian terhadap puspa langka yang dilindungi, Rafflesia Arnoldi dari habitatnya di Hutan Lindung Bukit Daun Kabupaten Kepahiang semakin marak dan mengkhawatirkan, kata Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Supartono MSi. &#8220;Ini (pencurian) menjadi fenomena yang kita hadapi sejak tahun 2006. Modusnya, sejumlah oknum masyarakat mulai mengincar puspa langka ini untuk ditanam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2009/04/rafflesia.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="rafflesia" src="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2009/04/rafflesia.jpg" alt="rafflesia" width="600" height="450" /></a>Pencurian terhadap puspa langka yang dilindungi, Rafflesia Arnoldi dari habitatnya di Hutan Lindung Bukit Daun Kabupaten Kepahiang semakin marak dan mengkhawatirkan, kata Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Supartono MSi.</p>
<p>&#8220;Ini (pencurian) menjadi fenomena yang kita hadapi sejak tahun 2006. Modusnya, sejumlah oknum masyarakat mulai mengincar puspa langka ini untuk ditanam di sekitar rumah kemudian mengambil sumbangan dari masyarakat yang ingin melihat bunga ini,&#8221; katanya, Selasa.</p>
<p>BKSDA kini tengah mengintai salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan HL Bukit Daun yang mengambil bongkol tanaman dan diletakkan di sekitar rumah atau pinggir jalan.</p>
<p>&#8220;Yang sebenarnya tanaman ini lebih sering tumbuh di dalam kawasan hutan, tetapi sudah sering dibawa ke sekitar pinggir jalan dan dijadikan objek pemasukan bagi oknum tersebut,&#8221;katanya.</p>
<p>Salah seorang oknum, kata dia sedang dalam status target operation (TO) pihak Polhut KSDA Bengkulu.</p>
<p>Sementara itu anggota tim Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kehapiang, Holidin, mengatakan selama ini pihaknya melakukan pengawasan terhadap lokasi habitat bunga Rafflesia di Km 52 Jalan Raya Kepahiang-Bengkulu.</p>
<p>&#8220;Kami tidak pernah mengambil bunga dari kawasan hutan tetapi membersihkan lokasi habitatnya dan memang di lokasi ini bunga Raflesia sering muncul karena tanaman inangnya masih banyak,&#8221;katanya.</p>
<p>Menurut dia, anggota tim sudah mulai melakukan pemagaran di sekitar lokasi habitat bunga untuk mencegah gangguan dari binatang liar atau gangguan lainnya.</p>
<p>Terkait sumbangan yang diminta dari pengunjung setiap bunga mekar menurut dia hanya sukarela dan dana tersebut digunakan untuk pengembangan kawasan habitat bunga Rafflesia.(*)<!-- google_ad_section_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/pencurian-bunga-rafflesia/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tahun Membangun Gerakan</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan-2/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan-2/.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 14:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulayat News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Rangka Perjalanan Ulayat selama 9 Tahun, Ulayat merayakan Ulang Tahun ke 9 pada tangal 28 Januari 2008, dengan  mengambil tema “ 9 Tahun membangun gerakan terciptanya Komunitas di  dan sekitar kawasan hutan yang kuat dalam pengelolaan Sumber Daya Alam yang demokratis” sesuai visi dan misi Ulayat. Dalam Perayaan Ulang Tahun ini di hadiri Oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-104" title="9thn-ulayat" src="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2009/02/9thn-ulayat.jpg" alt="9thn-ulayat" width="355" height="172" />Dalam Rangka Perjalanan Ulayat selama 9 Tahun, Ulayat merayakan Ulang Tahun ke 9 pada tangal 28 Januari 2008, dengan  mengambil tema “ 9 Tahun membangun gerakan terciptanya Komunitas di  dan sekitar kawasan hutan yang kuat dalam pengelolaan Sumber Daya Alam yang demokratis” sesuai visi dan misi Ulayat.<span id="more-91"></span><br />
Dalam Perayaan Ulang Tahun ini di hadiri Oleh berbagai elemen diantaranya Mahasisiwa Pencita Alam, Walhi, YKS, YMD, Yayasan Layak, Masyarakat dampingan, dan keluarga besar ulayat. Pada puncak perayaan adalah pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kelurga besar ulayat yaitu Oka andriansyah selaku Direktur ekskutif, Dikson Aritonang selaku badan pendiri, dan Yuherdi. Pada acara peryaan Ulang tahun ualayat di meriahkan oleh hiburan organ Tunggal Eksisis walaupun pada puncak perayaan diiringi hujan sangat lebat tapi tidak mengurangi dari kemeriahan Ulang tahun ke 9 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan-2/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ancaman Pembangunan yang tidak memperhatikan aspek Kaidah konservasi DAS</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan/.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 13:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulayat News]]></category>
		<category><![CDATA[Tambahkan tag baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Sabtu 14 Pebruari 2009 Ulayat mempertemukan masyarakat dari hulu, Tengah dan Hilir untuk berdiskusi bersama bahas persoalan-persoalan yanga ada di DAS air Bengkulu, dalam pertemuan ini dihadiri oleh masyarakat Hulu yaitu Desa Jambu, Desa Rindu Hati, Untuk masyarakat Tengah Desa Pendanding, KP2A lubuk surigo, dan masyarakat hilir yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu, Tanjung agung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada hari Sabtu 14 Pebruari 2009 Ulayat mempertemukan masyarakat dari hulu, Tengah dan Hilir untuk berdiskusi bersama bahas persoalan-persoalan yanga ada di DAS air Bengkulu, dalam pertemuan ini dihadiri oleh masyarakat Hulu yaitu Desa Jambu, Desa Rindu Hati, Untuk masyarakat Tengah Desa Pendanding, KP2A lubuk surigo, dan masyarakat hilir yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu, Tanjung agung, Tanjung Jaya, KP2A temetung baru dan kelompok nelayan. <span id="more-87"></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/9-tahun-membangun-gerakan/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Datang Banjirpun Melanda kota</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/hujan-datang-banjirpun-ikut-datang/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/hujan-datang-banjirpun-ikut-datang/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 09:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulayat News]]></category>
		<category><![CDATA[Tambahkan tag baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Hampir seluruh Rumah warga dan ratusan hektar sawah di wilayah Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, tergenang banjir sedalam 1 meter akibat guyuran hujan yang terjadi sejak dalam minggu ini November 2008. Dari pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga dan sawah masih terendam sekalipun air luapan dari Sungai Bangkahulu kini sudah mulai surut. Wilayah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-123" style="margin: 4px;" title="banjir-bandang-1" src="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2008/11/banjir-bandang-1.jpg" alt="banjir-bandang-1" width="305" height="203" />Hampir seluruh Rumah warga dan ratusan hektar sawah di wilayah Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, tergenang banjir sedalam 1 meter akibat guyuran hujan yang terjadi sejak dalam minggu ini November 2008. Dari pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga dan sawah masih terendam sekalipun air luapan dari Sungai Bangkahulu kini sudah mulai surut.</p>
<p style="text-align: justify;">Wilayah Tanjung Jaya merupakan daerah langganan banjir saat musim hujan karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Bengkulu, warga saat ini masih membiarkan barang-barang yang dikemasi saat air mulai masuk rumah. Mereka khawatir hujan masih akan turun, karena sejak beberapa hari hampir setiap hari wilayah Bengkulu diguyur hujan.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN">Penyebab bencana banjir yang menimpa di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu, antara lain disebabkan karena gundulnya hutan dibagian hulu terutama daerah tangkapan air Sub DAS rindu hati yang merupakan bagian paling hulu air Bengkulu, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pemetaan partisipatif Daerah Rindu Hati sudah 80% sudah beralih fungsi menjadi areal pekebunan termasuk hutan lindungnya,</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN">“Dari keterangan kepala Desa Rindu Hati masyarakat yang berkebun di areal hutan lindung ini adalah mayoritas pendatang”. Untuk menyikapi masalah ini aparat desa<span> </span>akan mencoba melakukan pendekatan terhadap masyarakat perambah ini agar bisa areal yang sudah terlanjur dibuka untuk di tatanami kembali tanaman keras seperti durian, karet atau sejenisnya dimana fungsi ekologisnya sama seperti Hutan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN">Dari pantauan dilapangan Penggundulan hutan juga terjadi didaerah<span> </span>perusahaan pertambangan batu bara PT Danau Mas Hitam,<span> </span>PT Bukit Sunur dan IBP untuk membuka areal pertambangannya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN">Banjir di Kota Bengkulu yang menimpa beberapa kawasan, Kecamatan Teluk Segara dan Muara Bangkahulu itu juga sebagai akibat buruknya tata ruang kota, misalnya saja kawasan Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu yang juga merupakan daerah yang setiap tahun mengalami bencana banjir. Karena memang kawasan itu pada prinsipnya tidak tepat untuk dijadikan kawasan pemukiman penduduk, karena merupakan kawasan rawa gambut dan dataran rendah </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN">Hingga kini Pemerintah Provinsi<span> </span>belum tampak berupaya untuk memikirkan masalah tersebut, dengan kata lain bencana banjir di daerah ini akan terus terjadi bila tidak dilakukan langkah-langkah konkret</span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/hujan-datang-banjirpun-ikut-datang/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Dapat Kredit Lunak Rumah dan Kebun Sawit</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/polisi-dapat-kredit-lunak-rumah-dan-kebun-sawit/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/polisi-dapat-kredit-lunak-rumah-dan-kebun-sawit/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 19:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Sukirno beserta rombongan menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan anggota jajaran Polres Mukomuko. Dalam kesempatan ini, Sukirno mengimbau supaya anggota tetap mengutamakan sikap profesionalisme dalam menjalankan tugas. Besar harapannya, jajaran Polres Mukomuko mengutamakan prestasi dalam bekerja. Untuk mendapat prestasi, diminta seluruh jajaran Polres bisa saling koordinasi. ”Jangan sampai petugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span class="smalltype">Kemarin Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Sukirno beserta rombongan menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan anggota jajaran Polres Mukomuko. Dalam kesempatan ini, Sukirno mengimbau supaya anggota tetap mengutamakan sikap profesionalisme dalam menjalankan tugas. Besar harapannya, jajaran Polres Mukomuko mengutamakan prestasi dalam bekerja. <span id="more-53"></span>Untuk mendapat prestasi, diminta seluruh jajaran Polres bisa saling koordinasi. </span>”Jangan sampai petugas Babinkamtibmas, kerjanya hanya makan tidur saja di desa atau di kelurahan. Kalian harus bisa membuat laporan setiap kejadian yang ada di desa untuk disampaikan ke atasan. Kalau mau lebih detailnya, bagaimana cara membuat laporan kejadian silakan koordinasi dengan anggota Intel. Untuk mencapai keberhasilan yang memuaskan, tentunya seluruh jajaran harus menjaga solidaritas,” pesan Sukirno.</p>
<p style="text-align: justify;">Sukirno, juga sempat membahas soal program kerja jangka panjang untuk kesejahteraan anggota. Salah satunya tentang program subsidi kebun sawit untuk anggota jajaran Polda Bengkulu. Kemudian juga dibahas soal program pembangunan perumahan kredit lunak untuk anggota. Rumah kredit lunak untuk anggota yang dimaksud Kapolda rumah permanen tipe 3×6 m2. Ia berharap Kapolres Mukomuko AKBP. Thein Tabero, S.Ik, segera mendata anggota yang berminat. Juga diminta segera ditetapkan lokasi untuk pembangunan perumahan kredit lunak tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">”Kalau memang tanah atau lokasinya belum ada, bagaimana bisa program itu kita jalankan? Ayo! Anggota yang hadir di sini, siapa yang berminat untuk mendapat rumah kredit lunak? Untuk apa kita membahasnya panjang lebar, kalau anggota tidak berminat. Bagi yang berminat acungkan tangan ke atas!,” perintah Kapolda yang diiringi acungan tangan ratusan anggota pertanda setuju program perumahan anggota tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dijelaskan juga oleh Sukirno, khusus program perkebunan sawit untuk anggota, merupakan kerjasama koperasi Polda Bengkulu dengan PT. Agricinal. Anggota yang diberi kesempatan mendapat kebun sawit secara kredit tersebut khusus bagi anggota yang berprestasi. Juga harus membuat pernyataan untuk tetap bertugas di jajaran Polda Bengkulu.</p>
<p style="text-align: justify;">”Program perkebunan untuk anggota ini bukan asal-asalan. Kalau tidak berpreastasi, jangan harap dapat kesempatan. Makanya, saya ingin seluruh anggota bisa menunjukkan prestasinya sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Seperti anggota Samapta, Satlantas dan kesatuan lainnya, bekerjalah dengan baik dan bertanggung jawab,” pungkas Kapolda yang dikenal dekat dengan anggotanya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver2/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=139</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/polisi-dapat-kredit-lunak-rumah-dan-kebun-sawit/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Korbankan Masyarakat Soal 3 Desa Masuk HPT</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/jangan-korbankan-masyarakat-soal-3-desa-masuk-hpt/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/jangan-korbankan-masyarakat-soal-3-desa-masuk-hpt/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 19:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Terkait masuknya tiga desa di wilayah Kecamatan Seluma Utara dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sebagaimana klaim pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, ditanggapi Bupati Seluma H. Murman Effendi, SE, SH. Orang nomor satu di pemerintahan Bumi Serasan Seijoan ini, berpadangan kalau masyarakat di desa itu adalah korban. Mereka korban kelalaian pemerintah daerah tahun 1998, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terkait masuknya tiga desa di wilayah Kecamatan Seluma Utara dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sebagaimana klaim pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, ditanggapi Bupati Seluma H. Murman Effendi, SE, SH. Orang nomor satu di pemerintahan Bumi Serasan Seijoan ini, berpadangan kalau masyarakat di desa itu adalah korban. Mereka korban kelalaian pemerintah daerah tahun 1998, yang tidak kunjung mengeluarkan desa-desa itu dari hutan Negara (kawasan konservasi).<span id="more-49"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Diketahui, tiga desa yang masuk dalam kawasan HPT tersebut adalah, Lubuk Resam, Sekalak serta dua dusun di Desa Puguk. Desa Sinar Pagi dan Talang Empat. Pemasangan patok HPT dilakukan tahun 1988. Tanpa sosialisasi dan sepengetahuan masyarakat ketiga desa tersebut. Saat masyarakat mengetahui kalau desanya masuk dalam hutan negara, mereka langsung protes dan meminta agar kawasan tersebut dijadikan hutan rakyat, sehingga bisa dikelola warga desa tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan Bupati yang akrab disapa Ujang Puguk (UP), masyarakat hanya tahu batas hutan negara dan hutan rakyat adalah patok BW. Patok yang dipasang zaman Hindia Belanda ini hingga sekarang masih ada. Serta masih dianggap masyarakat sebagai batas hutan negara dan hutan rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">‘’Menindaklanjuti keberatan masyarakat ini, tahun 1998, Gubernur Ajiz Ahmad menerbitkan keputusan nomor 305. Salah satu poin pentingnya, pada pasal 5, dinyatakan bila setelah pemasangan tapal ditemukan desa, kebun dan pemukiman yang sudah ada sebelum pemasatangan patok, maka diinclave atau dikeluarkan dari hutan negara,’’ ungkap Bupati.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski sudah ada keputusan gubernur tersebut, tetapi kenyatanyataannya sampai sekarang belum juga diinclave. Sehingga warga di tiga desa tersebut masih berada dalam HPT. Sewaktu-waktu, dengan berbagai alasan negera bisa menggusur mereka. Karena berada di kawasan hutan negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Pihak Dinas Kehutanan Provinsi, beberapa waktu lalu saat melakukan peninjauan ke lokasi, menerangkan kalau pengajuan alih fungsi dari hutan negara menjadi hutan rakyat tersebut sudah diusulkan. Bahkan sudah tiga kali. Tetapi, diakuinya kalau sampai sekarang belum ada persetujuan dari pusat (Menhut). Dinas Kehutanan provinsi sendiri mengaku tidak tahu persis persoalannya.(sip)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver2/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=277">http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver2/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=277</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/jangan-korbankan-masyarakat-soal-3-desa-masuk-hpt/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Tiba, Banjir Lagi?</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/banjir-dimana/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/banjir-dimana/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 18:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut musim hujan mungkin banyak orang merasa bahagia, khususnya para petani sawah yang sangat bergantung dengan musim hujan karena mereka mulai dapat berusaha menggarap lahan-lahan yang dimiliki untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. namun datangnya musim hujan tidaklah semanis yang dibayangkan oleh sebagian kalangan petani, hal ini dikarenakan tingginya curah hujan bukan hanya memberikan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menyambut musim hujan mungkin banyak orang merasa bahagia, khususnya para petani  sawah yang sangat bergantung dengan musim hujan karena mereka mulai dapat  berusaha menggarap lahan-lahan yang dimiliki untuk dapat memenuhi kebutuhan  hidup mereka. namun datangnya musim hujan tidaklah semanis yang dibayangkan oleh  sebagian kalangan petani, hal ini dikarenakan tingginya curah hujan bukan hanya  memberikan sebuah berkah akan tetapi juga dapat memberikan sebuah ancaman yang  dapat menimbulkan bencana bagi masyarakat disekitarnya.<span id="more-45"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hujan deras yang  mengguyur propinsi bengkulu pada jum&#8217;at tanggal 18 oktober 2008 kemaren telah  menyebabkan hampir lebih dari 8 titik daerah longsor yang berada di sepanjang  jalan lintas bengkulu menuju bengkulu selatan khususnya di kabupaten seluma.  (sayang ngak bawa kamera bos). kondisi ini mungkin disebabkan karena semakin  hilangnya pohon-pohon yang harusnya menjadi penyanggah dan pengikat bagi tanah  agar resiko longsor dapat dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Disamping ancaman tanah longsor hujan  yang terjadi juga telah menyebabkan meluapnya sungai air nipis sehingga  menyebabkan bencana banjir di kabupaten bengkulu selatan khususnya di kecamatan  seginim. hujan deras yang mengguyur pada hari jumat dikec. seginim telah  menyebabkan 7 desa ( desa sukaraja, desa padang siring, desa darat sawah,  kelurahan pasar baru, desa dusun baru, desa tanjung agung, desa banding agung),  dan 473 kk mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Banjir yang melanda  kecamatan seginim telah berdampak pada:<br />
1. Tanah longsor, 2. Banyaknya  jalan jan di sentra produksi yang putus, 3. Ratusan rumah penduduk yang terendam,  4. Hilangnya ternak masyarakat, serta ratusan ha kolam masyarakat yang terendam  sehingga menyebabkan kerugian bagi para petani ikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun berdasarkan  informasi yang di sampaikan pemerintah kecamatan (Sumarto, Kasi Kamtibnas),  banjir yang terjadi lebih disebabkan beberapa faktor diantaranya:<br />
1.  sempitnya permukaan Di BDA 2 Desa darat sawah sehingga menyebabkan luapan air da  menggenangi rumah penduduk melaui saluran pembuangan.<br />
2. banyaknya stok balok  yang sungai kolam air deras yang tidak mentaati peraturan<br />
3. rendahnya  jembatan penghubung dikelurahan pasar baru dengan desa sukaraja, dan jembatan  penghubung dari desa pajar bulan menuju desa padang siring yang membelah  irigasi.<br />
4. belum adanya tanggul pengaman di sungai air gatal.<br />
5.sempitnya  pintu pembuangan air didesa tanjung agung khususnya BDA 5 dan BDA 6<br />
6. siring  pasang</p>
<p style="text-align: justify;">Namun disamping itu, berdasarkan informasi lain yang diperoleh dari  seorang masyarakat zukarnain desa sukaraja yang rumahnya mengalami kerusakan  akibat arus dari banjir, banjir sering terjadi namun dalam lima tahun terakhir  ini yang terbesar, menurutnya jika didaerah hulu langit terlihat hitam maka  dapat dipastikan daerah yang berada disekitar sungai air nipis akan mengalami  banjir, hal ininilah yang menjebabkan masyarakat jika telah melihat hal ini  segera kembali kekampung mereka, sehingga walaupun telah terjadi beberapa kali  banjir namun bencana ini belum ada korban jiwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun terkait dengan kondisi  ini, disatu sisi disisi lain ketika pembukaan lahan oleh masyarakat di dalam  kawasan khususnya hutan lindung raja mandara yang menjadi hulu dari sungai air  nipis buakanlah menjadi salah satu faktor penyebab kejadian ini. sehingga  kersadaran akan pentingnya pelestarian hutan khususnya dikawasan hulu sungai  belumlah tertanam di kalangan masyarakat. sehingga menjadi penting untuk  memunculkan pentingnya upaya pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat dalam  upaya menekan bencana ekologis dimana manusia memiliki peran yang sangat Urgent  didalamnya. (sumber masyarakat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/banjir-dimana/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkebunan Andalan Bengkulu Kini</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/perkebunan-andalan-bengkulu-kini/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/perkebunan-andalan-bengkulu-kini/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 18:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 578.548 hektare atau 45 persen dari 920.964 hektare hutan yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini dalam kondisi rusak berat. Hutan yang rusak itu tersebar di sembilan daerah tingkat II di Bengkulu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Ir Sugito di Bengkulu, Minggu (29/8). kerusakan hutan bengkulu ini diakibatkan perambahan hutan yang dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 5px;" title="Perkebunan" src="http://www.fibre-x.com/images/pokok_sawit.jpg" alt="" width="331" height="211" /><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;"><em>Sekitar 578.548 hektare atau 45 persen dari 920.964 hektare hutan yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini dalam kondisi rusak berat. Hutan yang rusak itu tersebar di sembilan daerah tingkat II di Bengkulu. </em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Ir Sugito di Bengkulu, Minggu (29/8). kerusakan hutan bengkulu ini diakibatkan perambahan hutan yang dilakukan oleh  masyarakat dengan mengalih fungsikan kawasan hutan menjadi lahan-lahan pertanian dan perkebunan seperti tanaman  keras berupa kopi, coklat dan kemiri, sawit dan karet. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">disamping itu laju degradasi  hutan  juga disebabkan masih maraknya kegiatan pembalakan liar (<em>Ilegal logging</em>) oleh para cukong kayu dengan memanfaatkan masyarakat di sekitar tepian hutan di beberapa daerah tingkat II di Bengkulu. Aksi pembalakan liar itu terjadi di beberapa kasawan hutan lindung, Kawasan hutan produksi (HPT) dan tanaman nasional kerinci sebelat (TNKS) di wilayah Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan taman nasional bukit barisan selatan (TNBBS) (kab. kaur), dan pembukaan kawasan hutan oleh pihak perusahaan perkebun.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">Propinsi <em>Bengkulu</em> memiliki <em>luas</em> wilayah 1.978.870 ha atau 19.788,7 Km2 dengan jumlah penduduk propinsi bengkulu mencapai lebih kurang 1, 9 juta jiwa yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota dan 1 daerah pemkaran (benteng/bengkulu tengah), dengan krakteristik wilayah yang berbukit sehingga wajar jika hampir lebih dari 70 persen masyarakat bengkulu memiliki mata pencarian dari sektor pertanian khususnya baik dilahan kering maupun dilahan basah. jika setiap petani memiliki luas lahan/orangnya 1 ha maka total luas lahan pertanian dan perkebunan mencapai lebih kurang 1.385.209 ha.  saat ini total luas perkebunan sawit yang dikelola perusahaan perkebunan kebun mencapai lebih dari 53.399,84 Ha.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">Dengan semakin maraknya pembukaan dan perluasan lahan oleh para pengusaha khususnya disektor perlebunan dengan tidak memperhatikan masyarakat lokal telah menyebakan banyak masyarakat lokal terus tergusur dan semakin miskin. hal ini di sebabkan karena hilangnya akses ekonomi masyarakat. kondisi inilah yang menyebabkan banyak masyarakat desa khususnya para masyarakat yang kehilangan akses terhadap sumber daya yang dimilikinya, resiko terhadap pembukaan kawasan hutan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan pun menjadi alternatif guna menyambung masa depan mereka, kondisi ini tentu saja disebabkan oleh pemerintahan yang kurang memperhatikann masyarakat dan lebih mendukung para investor untuk dapat menanamkan saham di daerah. perburuan lahan oleh masyarakat dikawawasan hutan diperkirakan akan terus meningkat, hal ini tentu saja juga di picu dengan terus meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan semakin susahnya mencari lapangan pekerjaan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">jika kondisi ini terus terjadi maka dapat di pastikan ancaman bencana ekologi merupakan sebuah hal yang harus siap dihadapi oleh masyarakat khususnya bengkulu, disamping bendana alam yang memang menjadi bagian dari propinsi yang subur ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;">mungkin hal yang penting dilakukan adalah dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat melakukan pengelolaan sumber daya alam (khususnya pengelolaan lahan) sehingga lahan-lahan terlantar di propinsi bengkulu yang lebih kurang mencpai 600 ribu ha, dapat mnjadi lahan-lahan yang produktif yang dapat mmberikan nilai tambah kepada masyarakat serta meningkatkan PAD, tanpa harus melakukan pengerusakan didalam kawasan hutan.(tanto)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/kliping-media/perkebunan-andalan-bengkulu-kini/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Sumber Kehidupan</title>
		<link>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/air-sumber-kehidupan/.html</link>
		<comments>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/air-sumber-kehidupan/.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 17:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulayat News]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Ulayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ulayat.or.id/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bentuk Tindak lanjut Menghadapi persoalan yang terjadi terhadap pengelolaan Sungai DAS Air Bengkulu, Ulayat Mengadakan kembali kegiatan BTV Forum di Hotel Rio Asri tanggal 26 Juni 2007 Pukul 14.00 dengan menghadirkan beberapa Narasumber yang memang berhubungan langsung terhadap persoalan tersebuat. Dalam Dialog ini hadir yaitu Direktur PDAM (Elanda), Kabag Pengawasan dan Pelayanan BAPEDALDA Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <a href="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2008/10/air.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-28" title="air" src="http://www.ulayat.or.id/wp-content/uploads/2008/10/air.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a><span style="font-family: Arial;">Sebagai bentuk Tindak lanjut Menghadapi persoalan yang terjadi terhadap pengelolaan Sungai DAS Air Bengkulu, Ulayat Mengadakan kembali kegiatan BTV Forum di Hotel Rio Asri tanggal 26 Juni 2007 Pukul 14.00 dengan menghadirkan beberapa Narasumber yang memang berhubungan langsung terhadap persoalan tersebuat. Dalam Dialog ini hadir yaitu Direktur PDAM (Elanda), Kabag Pengawasan dan Pelayanan BAPEDALDA Ibu Norma, dan Deputi Walhi Daerah Bengkulu Saudara Supintri Yohar. Berdasarkan catatan kami dalam diskusi BTV Forum ini dapat disimpulkan beberapa hal pening dari beberapa narasumber.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial;">Manurut Pernyataan Direktur PDAM (Elanda) </span></strong><span style="font-family: Arial;">Pada Tahun 1929 PDAM di kota Bengkulu itu sudah ada. Pada saat itu Alat yang digunakan untuk pengolahan air itu masih berfungsi dengan baik dalam kurun waktu 100 tahun kedepan. Akan tetapi seiring dengan berjalanan waktu keadaannya semakin parah. Hal ini dikarenakan kurang nya kesadaran dari berbagai pihak untuk menjaga. </span><span id="more-20"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Yang jadi persoalan saat ini adalah kualitas air yang semakin lama semakin tidak layak konsumsi. Menurut peraturan MENKES tahun 2007 tingkat kekeruhan air tidak boleh lebih dari 5 NTU. Akan tetapi kenyataannya Sumber air PDAM Surabaya Bengkulu sudah melebihi ambang batas. Saat ini sudah mencapai 1500 NTU. dimana kekeruhan ini diakibatkan oleh limbah dari pengolahan Batu Bara dan pabrik karet. Padahal di kota Bengkulu ini pelanggan yang ada di PDAM tersebut saat ini mencapai 4.000 jiwa dimana sudah mencapai 40% dari total penduduk yang ada di Kota Bengkulu.</span></p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial;">Menurut Bapedalda (Norma)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">BAPEDALDA sudah melakukan evaluasi dan monitoring untuk mengatasi persoalan tersebut. Diantaranya memberikan surat Peringatan kepada perusahaan yang telah melakukan pencemaran di sungai baik di hulu maupun di hilir dan memberikan instruksi untuk melakukan pengelolaan limbah sebagai mana diatur dalam AMDAL dan membangun bak pembuangan limbah, teguran ini menurutnya sudah pernah dilakukan terhadapdua perusahaan di wilayah ini diantaranya PT Batang Hari dan PT BAM. Akan tetapi pada kenyataannya mereka tidak memperhatikan itu. Yang jelas BAPEDALDA akan meng-koordinasikan persoalan ini dengan semua pihak baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat propinsi.</span></p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial;">Sedangkan Supintri Deputi Walhi Daerah Bengkulu….</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Supintri Yohar Deputy Walhi Daerah Bengkulu mengatakan, Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting oleh karena itu perlu dikelola dengan baik. menurut Supintri Ketika Air itu sedikit akan menjadi masalah bagi petani dan masyarakat umumnya, begitupun ketika Air ini berlebih maka akan terjadi bencana diantaranya banjir. Menurut walhi belakangan ini sudah banyak Instansi yang berbicara masalah pencemaran Oleh karena itu terkait dengan SDA tentu saja sangat diperlukan melibatkan multi pihak baik ditingkat kabupaten maupun propinsi dalam pengelolaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Walhi Bengkulu melihat persoalan ini diperlukan sesegera mungkin dilakukan penyelesaiaan danmencari altenatif-altenatif penyelesaiannya. Walhi secara kelembagaan dan Organisasi Lingkungan tentu saja sudah melakukan berbagai upaya terutama dalam bentuk kampanye Lingkungan sebagai salah satu proses penyadaran kepada masyarakat dan mendorong kepada semua pihak untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut pengelolaan sumberdaya alan dan DAS tersebut.</span></p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sedangkan PDAM Bengkulu dalamkesempatan yang sama mengatakan, Untuk mengatasi persoalan pencemaran air ini harus diatasi dengan alat yang sudah ada. Akan tetapi ini pun tidak berhasil. Kami pernah melakukan Investigasi pada salah-satu Pabrik pengolahan karet di Bengkulu. Saat itu bekerja sama dengan BAPEDALDA provinsi Bengkulu, PDAM mencoba untuk mengamati secara langsung kondisi dilapangan, ternyata limbah dari pabrik karet yang bau dan kotor ini oleh pihak perusahaan langsung di buang kesungai tanpa dilakukan penyaringan terlebih dahulu. Jelas ini sangat membahayakan karena kandungan zat kimia yang ada di dalamnya. dan untuk mengentaskan persoalan ini butuh biaya yang tidak sedikit. Sampai-sampai pernah kami coba untuk membawa gumpalan dari limbah batu bara yang ada disungai untuk saya perlihatkan ke orang-orang provinsi tapi ternyata ini tidak begitu diperdulikan. Yang pasti karena sungai tercemar maka tidak layak lagi untuk konsumsi. Karena ada sekitar 4.000 orang yang mengkonsumsi air tersebut. apalagi dengan kadar yang sangat tinggi dan sudah melebihi peraturan yang ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Bappedalda Provinsi Bengkulu, Dari ke semua perusahaan baik tambang batu bara, pablik pengolahan karet yang ada di Bengkulu kami sudah melakukan sosialisai. misalnya ke PT BAM, PT Batang hari dan yang lainnya dan sampai sekarang masih kami monitoring sebagai salah satu kewajiban kami untuk melakukan monitoring dan evaluasi. maka kami berharap dari semua elemen masyarakat pun harus bisa ikut membantu dalam persoalan ini. Kemarin saya sudah menanam buah-buah durian yang ada disekitar titik mata air yang ada di aliran sungai musi. bekerjasama dengan pemerintah pusat dan telah diliput oleh beberapa media. Nah untuk di Bengkulu hilir dan hulu pun tatkala mata air nya sudah kita temukan kami pun akan melakukan hal yang sama dengan menanam pohon-pohon yang bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan bisa mencegah untuk terjadinya erosi.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ulayat.or.id/ulayat-news/air-sumber-kehidupan/.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
